Modal Aplikasi AI , Pengangguran di Surabaya Kuras Uang Toko Kelontong Jutaan Rupiah
Pemuda pengangguran diringkus polisi di Surabaya terbukti melancarkan aksi penipuan tarik tunai menggunakan bukti pembayaran QRIS palsu hasil manipulasi AI.
Perkembangan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) harusnya mempermudah hidup kita, tapi di tangan orang yang salah, teknologi ini malah jadi alat kriminal yang berbahaya. Kasus nyata baru saja terjadi di Surabaya, di mana seorang pemuda berinisial AY (25 tahun) memanfaatkan sebuah aplikasi AI bernama Dola untuk memalsukan bukti transfer QRIS. Lewat modal trik digital ini, ia sukses mengelabui penjaga toko kelontong dan menguras uang tunai hingga jutaan rupiah.
Kronologi Modus Tarik Tunai Fiktif lewat Editan AI
AY yang merupakan warga asal Kutai, Kalimantan Timur, diketahui baru sekitar dua bulan merantau dan tinggal di sebuah indekos di Surabaya. Karena berstatus pengangguran dan terdesak kebutuhan hidup, ia memutar otak secara instan dengan memanfaatkan kecanggihan teknologi.
Sasarannya adalah sebuah toko kelontong di kawasan Bulak Banteng Wetan, Kenjeran, Surabaya. Modus operandi pelaku sebenarnya cukup rapi. Ia mendatangi toko tersebut dengan dalih ingin melakukan transaksi tarik tunai menggunakan metode pembayaran digital QRIS.
Bukannya melakukan transfer sungguhan, AY justru menggunakan aplikasi AI Dola untuk memanipulasi foto struk atau tangkapan layar pembayaran QRIS terdahulu. Lewat aplikasi tersebut, pelaku dengan mudah mengubah tanggal, waktu, hingga jumlah nominal agar terlihat sangat asli seolah-olah transaksi baru saja berhasil diproses. Bukti editan AI yang mulus itulah yang ia tunjukkan kepada penjaga toko untuk mencairkan uang tunai.
Aksi perdana pelaku dimulai sejak 11 Februari 2026 dan berhasil membawa kabur uang Rp370.000. Merasa aksinya berjalan mulus tanpa kecurigaan, pelaku ketagihan dan kembali beraksi berturut-turut pada periode 20 hingga 22 Mei 2026. Dalam rangkaian aksi berikutnya, ia menguras nominal yang lebih besar, yakni Rp550.000 (dua kali), Rp720.000, dan Rp600.000. Secara total, korban mengalami kerugian mencapai Rp3,39 juta dari lima kali penipuan tersebut.
Akhir Pelarian Pelaku di Aksi Kelima
Kasi Humas Polres Pelabuhan Tanjung Perak, Iptu Suroto, menjelaskan bahwa sepandai-pandainya pelaku meluncurkan aksi, pola transaksi fiktif yang berulang di tempat yang sama akhirnya memicu kecurigaan pemilik toko berinisial MNR (35 tahun). Pemilik toko yang menyadari adanya ketidaksesuaian data langsung bersiaga.
Saat AY kembali datang ke toko untuk melancarkan aksinya yang kelima pada 22 Mei 2026, ia tidak sadar bahwa kedatangannya sudah ditunggu. Pemilik toko langsung menghubungi Polsek Kenjeran. Petugas kepolisian yang datang dengan cepat akhirnya berhasil mengamankan pelaku di lokasi kejadian sebelum ia sempat melarikan diri.
Kini, AY harus mendekam di balik jeruji besi untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. Sementara itu, pihak kepolisian masih terus mendalami kasus ini untuk menyelidiki apakah ada toko-toko lain di Surabaya yang juga menjadi korban dari modus QRIS palsu berbasis AI milik pelaku.
Waspada Penipuan QRIS: Tips Aman Bertransaksi untuk Pedagang dan Masyarakat
Kasus manipulasi AI ini menjadi alarm keras bagi masyarakat, khususnya para pelaku UMKM dan pemilik toko yang menyediakan layanan pembayaran nontunai. Mengingat visual struk digital kini sangat mudah dipalsukan, kewaspadaan saat bertransaksi wajib ditingkatkan.
Berikut adalah beberapa langkah preventif agar terhindar dari modus penipuan serupa:
- Jangan Hanya Percaya Struk Pembeli: Aturan paling utama adalah selalu memeriksa mutasi rekening atau notifikasi masuk di aplikasi merchant (seperti QRIS Prima, aplikasi bank, atau e-wallet) milik Anda sendiri. Jangan pernah melepas barang atau memberikan uang tunai sebelum ada laporan dana masuk di sistem Anda.
- Aktifkan Notifikasi Suara (Soundbox): Jika memungkinkan, gunakan perangkat speaker QRIS yang dapat mengeluarkan suara otomatis saat dana berhasil masuk. Ini sangat membantu mempercepat verifikasi tanpa harus membuka ponsel di kala toko sedang ramai.
- Periksa Detail Struk dengan Teliti: Jika terpaksa melihat ponsel pembeli, perhatikan kejanggalan pada jenis huruf (font), tata letak, warna ikon, hingga keselarasan tanggal dan jam transaksi. Hasil editan sering kali menyisakan detail yang kurang proporsional.
- Batasi Transaksi Tarik Tunai Sewajarnya: Layanan tarik tunai lewat QRIS di toko kelontong sebaiknya dilakukan dengan penuh kehati-hatian, terutama jika nominalnya besar atau dilakukan oleh pelanggan baru yang gerak-geriknya mencurigakan.
Teknologi QRIS diciptakan untuk keamanan dan kenyamanan bersama. Namun, kenyamanan tersebut harus dibarengi dengan ketelitian agar celah digital ini tidak dimanfaatkan oleh oknum kriminal demi keuntungan pribadi.





